Kali ini saya akan menceritakan pengalaman yang saya alami seharian ini, yang membuat saya pada akhirnya meneteskan air mata
Subuh-Pagi Hari
Subuh-Pagi Hari
Saat subuh-subuh buta, saat matahari belum terbit di ufuk timur, saat ayam masih berkokok dan kebanyakan orang masih berada di alam mimpi. Dan sialnya, saat itu saya sudah bangun karena menyambut se-gerembolan orang yang datang bertamu ke rumah yang merupakan tim sukses dari Tim kampanye nenek saya yang akan mencalonkan diri menjadi walikota -Pilkot Palopo- . Saat pagi-pagi saya harus mengurusi ke sepuluh orang tersebut padahal saya ingin ke kampus pukul 09.00. Memasak, membersihkan rumah yang menjadi super berantakan. Dan pada akhirnya saya terlambat ke kampus. Dalam perjalanan keluar rumah, untuk mencari “pete-pete”, eng ing eng..terjadi kemacetan total. Saya yang saat itu harus berjalan ke sebuah tempat dimana saya dan teman saya telag berjanji untuk bertemu menjadi bingung sendiri, harus lewat mana, hampir seluruh jalan bagi pejalan kaki dikuasai oleh “pete-pete” dan motor ditambah lagi jalanan yang becek akibat hujan deras, akhirnya saya harus mengambil jalan memutar yang jaraknya 2 kali jarak normal. Sungguh melelahkan.
Siang-Sore Hari
Siangnya di kampus, setelah mengurus KRS saya pun langsung menuju ke perpus tempat saya dan teman saya berjanji untuk bertemu karena dia akan menemani saya pergi untuk membayar listrik dan air, dan untuk mencapai perpus saya harus berjalan lumayan jauh dari fakultas saya. Sesampainya di perpus saya masih harus menunggu teman saya yang masih sibuk. Karena menunggu teman saya, saya sampai tidak menjalankan shalat Dhuhur (Astaghfirullah). Setelah menunggu beberapa menit, teman saya akhirnya selesai dengan urusanya. Dia dan teman-temannya pun menghampiri saya, namun yang membuat saya merasa risi adalah pandangan teman-temannya terhadap saya, seolah malas berhadapan dengan saya dan menganggap saya tidak ada. Entahlah kenapa mereka seperti itu terhadap saya. Lebih sedihnya lagi, teman saya juga ikut-ikutan mengabaikan saya jadilah saya seperti anak hilang, mau tertawa segan, mau ikut ngobrol takut dianggap SKSD. Dan saat itu saya perhatikan teman saya sepertinya ingin pergi dengan teman-temannya itu jadilah saya merasa bersalah maka saya memberitahu teman saya agar dia pergi saja dengan teman-temannya (padahal dalam hati sama sekali tidak rela) dan teman saya langusng setuju dengan raut wajah yang sangat cerah. Selama perjalanan di “pete-pete” mereka tak hentinya tertawa dan tidak menganggap saya ada. Rasanya saat itu saya ingin sekali loncat keluar dari pete-pete. Dan untungnya tempat tujuan saya lebih dekat dan saya pun bisa turun dari angkot lebih cepat dari mereka. Waktu itu saya ingin membayar tagihan air, ini pertama kalinya saya pergi membayar tagihan air dan saya pun masih ragu akan tempatnya apakah jauh atau dekat dari tempat saya turun. Saya memutuskan untuk menelpon mama saya untuk memastikan perihal tempat pembayaran air dan sialnya HP saya lowbat, dan pada akhirnya saya memutuskan untuk jalan kaki, karena takut apabila saya naik becak atau bentor atau pete-pete maka tempatnya akan kelewatan. Dan ternyata....tempat pembayaran tagihan air lumayan jauuuuuh dan saya akhirnya sampai dengan peluh dimana-mana. Dan setelah membayar tagihan air berlanjut ke pembayaran tagihan listrik.
(PUNCAK) MALAM HARI
Malam ini saya berencana untuk pergi bertemu dengan Penasehat Akademik saya, untuk meminta TTD pengesahan KRS. Dan sialnya karena harus mengurus beberapa hal di rumah seperti untuk makan segerombolan Tim Sukses itu saya harus menunda keberangkatan saya, padahal saya dan teman-teman saya telah membuat janji untuk bertemu pukul 20.00 Wita di depan rumah PA saya, namun apa boleh buat saya baru bisa berangkat pukul 20.00. Namun sial sungguh sial saya harus mengalami kejadian yang amat sangat menyedihkan, yaitu KESASAR !
Bisa dibayangkan kan bagaimana menyedihkannya saat kita sedang buru-buru mengejar waktu kita malah kesasar. Kesialan apalagi itu. Sungguh menguras emosi. Dan saya harus kesasar selama 1 jam lebih, bisa dibayangkan kan ???
Dan KLIMAKS, Puncak dari segala kesialan yang saya alami hari ini yaitu ketika saya telah sampai di rumah PA saya saya mendapat bentakan dari PA saya karena datang terlambat. Bayangkan saya di bentak di hadapan beberapa orang, hal yang sangat memalukan bagi saya. Dan saya pun tidak dapat membendung air mata saya. Selama perjalanan pulang saya menitikan air mata
Hari ini saya merasa amat sangat sial. Entahlah, saya masih bingung kenapa hal seperti ini terjadi kepada saya, dalam 1 hari mengelami banyak kesialan yang sungguh sangat menguras emosi. Tapi setelah saya pikir-pikir merenung mungkin ini akibat saya yang lalai dalam melaksanakan ibadah sehingga ALLAH SWT menegur saya. Mungkin ini teguran dari ALLAH bahwa saya tidak boleh meninggalkan ibadah bagaimana pun keadaannya. Dan pada akhirnya ketika saya sampai di rumah saya mulai bisa meneriman segala kesialan yang saya alami hari ini dan saya tak lupa berdoa kepada ALLAH SWT agar hari esok saya mendapat banyak perlindungan dari-Nya.


