BERHARAP KAU KEMBALI
Aku memegang buku ini, buku yang telah aku tutup rapat-rapat. Buku yang isinya telah aku simpan di sudut terdalam di hatiku. Buku yang aku letakkan di tempat paling bawah di lemari ini, Ah. . kenapa aku harus menemukannya lagi ? kenapa aku masih menyimpannya ? kenapa waktu itu aku tidak membuangnya saja, sedikit rasa penyesalan muncul di benakku. . Aku memandang lekat-lekat buku biru ini. Ternyata buku ini masih menyimpan kekuatan sihir, mampu menyedot semua perhatianku bahkan ragaku. . Apakah aku harus membukanya ?? Apa harus aku membuka kisah ini lagi ?? apakah harus mengingatnya lagi. . mengenang setiap detik waktu itu. . kisah itu . . .
Aku terlalu munafik jika menampik sedikit kerinduan akan dirimu. . sedikit ?? aku berbohong lagi . . .segenap hatiku bahkan masih merindukanmu. . Kuusap debu yang menempel di buku ini, sudah berapa lama kisah ini ku kubur ?? 2 tahun ? 3 tahun?? Aku bahkan tak mampu mengingatnya. . sudah selama itu kah ?
Aku memandang keluar jendela menikmati setiap rintik hujan yang turun, ah,,bahkan hujan mampu mengerti persaanku. .dengan hati yang tak menentu ku buka lagi buku kita. . Nafasku sedikit tercekat, membaca halaman pertamanya. .
Membaca nama kita berdua yang ditulis dengan Tinta berwarna biru...warna kesukaanmu.
Terpampang foto kita berdua mengenakan seragam abu-abu,, foto yang kita ambil saat mengikuti kunjungan ke meseum wayang,,
kata mu ini adalah foto terbaik kita. .
katamu aku terlihat manis di foto ini. .
dan kau tau ?? detik ini aku merindukanmu dengan seluruh jiwa ku. .
aku mengehela nafas berat, aku berjalan ke arah jendela memencet tombol ON pada mini combo yang terletak manis dimeja dekat jendela,sebuah lagu mengalun dengan merdunya seakan memperjelas segala gejolak yang ku rasakan saat ini.
saat ku buka buku yang tlah berdebu
tentang semua masa lalu di dalam hidupku
ku temukan potret dirimu
kekasihku...
Deggg. . aku tersentak, lalu tersenyum miris. .
Ku tegakkan pandanganku, menatap rintik hujan..mungkin hari ini waktunya aku mengenangmu,,mengenang tentang kita,,mengenang kisah kita..
Lambat-lambat aku membuka halaman selanjutnya...ingatan tentang mu berkelebat di dalam otakku.
5 Tahun Lalu.. . . . . . . . . ..
“Ah sial, arsenal kalah..”ujarku sambil membanting Tabloid bola yang baru saja ku beli di pedagang koran eceran dekat sekolah. Dan menginjaknya, agak berlebihan memang, tapi itu adalah kekesalanku yang tidak bisa ku bendung lagi, semalam aku tak menonton karena aku mengalami kelelahan yang cukup parah setelah bermain bola bersama teman-temanku. Tak ku sangka seorang cewek sedang memerhatikan apa yang sedang ku lakukan. Dia melihatku dengan tampang yang sulit aku artikan.
Aku yang masih emosi setelah membaca berita kekalahan tim kesayanganku memandangnya dengan sengit “Apa liat-liat ? gak pernah liat orang ?” Dia semakin mengerutkan keningnya, mungkin dia berpikir orang macam apa ini, sudah marah-marah sendiri, malah ikut marahin orang.
“He ? dasar aneh, siapa juga yang liat-liat ?” Ujarmu sambil berkacak pinggang seakan-akan menentangku.
Aku takkan melupakan pertemuan dan perkenalan kita. Hari itu aku juga tau nama kamu, sekolahmu, dan ternyata kita teman sekolah, sama-sama siswa baru. Aku juga tahu alasan kamu melihatku tadi, karena kamu juga fans berat arsenal dan tak rela tabloid berisi berita arsenal aku injak-injak. Meskipun perkenalan awal kita terkesan kurang baik, tapi aku tak menyangka akan banyak kisah yang bergulir diantara kita, akan banyak waktu yang terlewatkan bersama dan terbingkai dalam satu kenangan.
“Sivia……”
“Aku rindu kamu” Helaan nafasku sungguh berat, seperti ada yang luruh disini, di hati ini.
Sejak pertemuan pertama, keakraban semakin terjalin diantara kita. Banyak waktu yang kita habiskan berdua, hanya berdua. Dan tak terasa sudah 6 bulan sejak perkenalan kita, dan entah mengapa ada getar-getar halus yang ku rasakan disini, aku pun tak mengerti. Semakin hari semakin menjadi-jadi, dan sungguh aku tak sanggup menahannya lagi. Aku tak sanggup menyimpannya untukku sendiri. Aku pun berani mengungkapkannya padamu, di suatu sore ditengah hujan.
“Via, hmm….kamu mau gak jadi pelengkap hidup aku ?” tanyaku tiba-tiba, ditemani rinai hujan yang turun, aku menanti jawabanmu, kamu menatapku bingung, tatapan matamu yang tak bisa ku mengerti, kamu palingkan wajahmu menatap rintik-rintik hujan yang turun, menarik nafas dalam-dalam, dan menatapku sambil tersenyum, disertai dengan anggukan.
Dan yang tak pernah kusangka bahwa kau juga menyimpan rasa itu, menyimpan rasa yang sama denganku. Dan akhirnya kisah kita dimulai.
Jika waktu bisa diputar kembali, aku akan berlari secepat mungkin untuk kembali ke masa itu, kembali merajut kisah kita, dan tak kan aku lepaskan dirimu. Aku mengutuk kebodohanku yang dengan mudahnya melepaskanmu..ahh..
Dan sampailah aku dihalaman terakhir, halaman terakhir dari buku ini dan juga kisah kita. Aku tak pernah membaca halaman terakhir ini, saat itu buku “ cerita kita” berada di kamu, dan kamu mengembalikannya saat kisah kita telah selesai, dan aku tak pernah berniat membukanya karena rasa sakit yang ku rasakan.
Aku bisa membaca tulisanmu yang kecil-kecil dan miring, dan bertinta warna merah, warna kesukaanku.
Kamu tau iel ? Aku sedih harus mengakhiri kisah ini
Jikalau bisa, aku tak ingin
Tapi sepertinya ego ku tlah mengalahkan semuanya
Egoku tlah meluluhlantakkan jalan yang telah kita titih berdua
Ya egoku…Seandainya aku bisa berharap agar waktu bisa berhenti
Agar kamu tetap bisa berada disisiku dan tak pergi kemana-mana, hanya disisiku..
Aku tau terlalu egois karena meminta itu
aku sadar satu hal, melepaskanmu memang hal yang paling sulit
membiarkanmu beranjak dari sisiku adalah hal yang tak pernah aku harapkan dan aku inginkan. Tapi jika melepasmu dan membiarkanmu pergi akan membuatmu bahagia
Tak apa bagiku..Aku akan mendukungmu, aku akan sangat bahagia jika kau bisa meraih mimpimu, dan aku takkan menghalangimu dengan keegoisanku yang selalu mengharapkan kehadiranmu disetiap waktuku. Aku pernah mendengar bahwa cinta tak harus memiliki, sebuat kalimat yang sedikit berlebihan tapi aku percaya akan hal itu, aku percaya mencintaimu berarti tak harus memilikimu juga. Aku percaya, Tuhan telah memberikan yang terbaik buat kita, buat aku dan kamu
Terima kasih Gabriel atas waktu mu selama ini, 3 tahun waktu yang kita habiskan bersama, terima kasih atas jemarimu yang senantiasa menuntuntuku, terima kasih atas pinjaman pundakmu sebagai tempatku merebahkan segala rasa lelahku, terima kasih atas cinta yang kau berikan, maafkan aku yang mungkin tak pernah memberikan apa yang kamu inginkan, maafkan aku yang tak sempurna ini. Jika suatu saat nanti kita bertemu aku berharap aku akan bisa menatapmu lagi, bukan sebagai kekasih. Tapi sebagai teman, ya teman. Aku harap begitu, semoga apa yang kamu cita-citakan bisa tercapai. Amien.
With Love,
Sivia Azisah
Aku tertunduk lemas, aku menyesali keegoisanku yang tetap ingin meninggalkanmu, dan memilih untuk mengejar cita-citaku, aku menyesal tak pernah memintamu untuk tetap bertahan disisku, aku menyesal membiarkanmu melepaskanku. Aku ingin kembali..Ah..tak ada gunanya penyesalan, aku tau itu, hal itu takkan membuatmu kembali padaku, padaku. Aku hanya berharapa saat ini Tuhan mendengarkan doaku, mendengarkan pintaku.Aku hanya ingin melihatmu- Sivia-, walaupun hanya sekali saja, tak apa.. itu sudah cukup bagiku, aku mohon Tuhan pertemukanlah aku dengan dia, aku hanya ingin menuntaskan rasa ini, aku mohon Tuhan. Kabulkanlah doaku.
Ku masih berharap
Kau kembali….
Di pelukku…