Pages

Jumat, 30 Maret 2012

Jalan Kaki


Annyeong Haseyo !
I’m Back
Kali ini saya kembali dengan satu cerita yang cukup menarik dan merupakan salah satu kejadian yang tidak akan pernah saya lupakan. Kejaian ini saya alami hari ini, dimana saya harus berjalan kurang lebih 3 km dari kampus hingga sampai ke rumah. Hal ini disebabkan oleh mahasiswa yang akhir-akhir ini sangat hobby melakukan demonstrasi menentang kenaikan harga BBM. Saya sebagai mahasiswa juga ikut menentang karena pasti harga angkot dan makanan akan naik, namun tidak ada sedikitpun niat saya untuk melakukan demonstrasi.
Dan hari ini merupakan puncak dari segala demo sebelumnya, dimana di depan kampus saya terjadi aksi pemblokiran jalan sehingga tidak ada satu pun kendaraan yang bisa bergerak, hal ini lebih diperparah oleh sejumlah universitas yang berada di jalan yang sama dengan kampus saya, yaitu sebanyak 3 universitas melakukan aksi yang sama, yang sacara otomatis memblokir jalan dan menghalangi kendaraan, sehingga sore tadi jalan perintis kemerdekaan yang merupakan salah satu jalan vital yang ada di Makassar lumpuh total. Dan saya yang sedang dalam perjalanan pulang, terpaksa harus berjalan kaki sampai ke rumah, karena menunggu angkot untuk dapat bergerak merupakan hal yang mustahil, kesialan saya ditambah lagi dengan hujan yang turun cukup deras mengiringi langkah saya menuju rumah. Sepanjang jalan saya melihat banyak mobil-mobil yang memarkirkan diri termasuk motor-motor dan angkot-angkot.
Hujan yang turun cukup deras, tidak juga menyurutkan semangat para mahasiswa yangs aya nilai sama sekali tidak berotak, yang memblokir jalan untuk melakukan orasi-orasi yang mereka katakan atas anma rakyat. Atas nama rakyat apanya ?? mereka sudah menghalangi arus lalu lintas yang secara otomatis membuat angkot-angkot tidak bisa beroperasi yang tentu saja mengurangi pemasukan para supir-supir angkot. Hal yang sungguh-sungguh tidak dipikirkan oleh para mahasiswa itu. Tolonglah para mahasiswa jika anda ingin meyampaikan pendapat anda lakukanlah secara damai, jangan melakukan aksi-aksi yang meresahkan masyarakat. Jangan memblokir jalan lagi yang pada akhirnya merugikan masyarakat, padahal anda sendiri menyatakan membela hak rakyat.