Pages

Jumat, 30 Desember 2011

KECEWA.KECEWA.KECEWA.KECEWA

 
Satu kata yang sarat dengan makna yang cukup dalam, dan apabila diungkapkan akan cukup  membuat perasaan orang yang mendengarnya menjadi miris. Setiap manusia pasti pernah merasa kecewa, entah dalam hal apa. Tidak dapat dipungkiri perasaan kecewa adalah perasaan yang paling tidak mengenakkan, perasaan yang membuat  kita terus menghela nafas lebih dalam lagi jika mengingatnya. Membuat luka yang besar dalam diri kita. dan ,dan membuat kita berpikir terus menerus kenapa hal-hal itu membuat kita kecewa.  
Saat ini, detik ini, saya merasakan hal itu, saya kecewa pada suatu keadaan yang tidak berjalan sesuai dengan yang saya harapkan. Saya merasa kecewa karena apa yang telah saya berikan, loyalitas saya tidak di apresiasikan dengan baik. Saya merasa`kecewa, loyalitas saya selama ini seperti tidak dianggap, sudah banyak hal yan saya lakukan, bahkan banyak waktu saya yang terbuang dengan percuma untuk “hal”  itu, namun saya tak mendapatkan apa-apa.  Bukannya saya maruk ingin mendapatkan timbal balik atau apalah, saya hanya merasa tidak dianggap, karena ada oknum-oknum tertentu yang baru saja muncul, dan tidak pernah memberikan sumbangsih yang berarti malah menjadi pilihan utama dibandingkan saya, sebegitu tidak dianggapnya kah loyalitas yang selama ini saya berikan ???? Rasa kecewa yang saya alami ini cukup serius, rasa kecewa ini lebih besar dibandingkan saat FABREGAS memutuskan Hijrah ke Barcelona. Rasa kecewa ini bahkan membuat saya tidak tidur untuk memikirkan kenapa hal itu terjadi pada saya. Padahal hari-hari bebelumnya saya sangat yakin segala sesuatunya akan berjalan dengan baik, but now ?? I don’t know, I’m still confused with my feeling, I don’t know, it’s really hard for me to realize all of this situation.
Mungkin setelah ini, saya akan merenungi lagi semuanya. Merenung. Dan pada kahirnya saya harus mengambil suatu tindakan, apakah akan tetap lanjut ataukah berhenti.  Saya berharap akan mendapatkan keputusan yang terbaik nantinya.

PS: ini bukan masalah Cinta.

Senin, 26 Desember 2011

BERHARAP KAU KEMBALI


Aku memegang buku ini, buku yang telah aku tutup rapat-rapat. Buku yang isinya telah aku simpan di sudut terdalam di hatiku. Buku yang aku letakkan di tempat paling bawah di lemari ini, Ah. . kenapa aku harus menemukannya lagi ? kenapa aku masih menyimpannya ? kenapa waktu itu aku tidak membuangnya saja, sedikit rasa penyesalan muncul di benakku. . Aku memandang lekat-lekat buku  biru ini. Ternyata buku ini masih menyimpan kekuatan sihir, mampu menyedot semua perhatianku bahkan ragaku. . Apakah aku harus membukanya ?? Apa harus aku membuka kisah ini lagi ?? apakah harus mengingatnya lagi. . mengenang setiap detik waktu itu. . kisah itu . . .
Aku terlalu munafik jika menampik sedikit kerinduan akan dirimu. . sedikit ?? aku berbohong lagi . . .segenap hatiku bahkan masih merindukanmu. . Kuusap debu yang menempel di buku ini, sudah berapa lama kisah ini ku kubur ?? 2 tahun ? 3 tahun?? Aku bahkan tak mampu mengingatnya. . sudah selama itu kah ?
Aku memandang keluar jendela menikmati setiap rintik hujan yang turun, ah,,bahkan hujan mampu mengerti persaanku. .dengan hati yang tak menentu ku buka lagi buku kita. . Nafasku sedikit tercekat, membaca halaman pertamanya. .
Membaca nama kita berdua yang ditulis dengan Tinta berwarna biru...warna kesukaanmu.
Terpampang foto kita berdua mengenakan seragam abu-abu,, foto yang kita ambil saat mengikuti kunjungan ke meseum wayang,,
kata mu ini adalah foto terbaik kita. .
katamu aku terlihat manis di foto ini. .
dan kau tau ?? detik ini aku merindukanmu dengan seluruh jiwa ku. .
aku mengehela nafas berat, aku berjalan ke arah jendela memencet tombol ON pada mini combo yang terletak manis dimeja dekat jendela,sebuah lagu mengalun dengan merdunya seakan memperjelas segala gejolak yang ku rasakan saat ini.
saat ku buka buku yang tlah berdebu
tentang semua masa lalu di dalam hidupku
ku temukan potret dirimu
kekasihku...
Deggg. . aku tersentak, lalu tersenyum miris. .
Ku tegakkan pandanganku, menatap rintik hujan..mungkin hari ini waktunya aku mengenangmu,,mengenang tentang kita,,mengenang kisah kita..
Lambat-lambat aku membuka halaman selanjutnya...ingatan tentang mu berkelebat di dalam otakku.

5  Tahun Lalu.. . . . . . . . . ..
“Ah sial, arsenal kalah..”ujarku sambil membanting Tabloid bola yang baru saja ku beli di pedagang koran eceran dekat sekolah. Dan menginjaknya, agak berlebihan memang, tapi itu adalah kekesalanku yang tidak bisa ku bendung lagi, semalam aku tak menonton karena aku mengalami kelelahan yang cukup parah setelah bermain bola bersama teman-temanku. Tak ku sangka seorang cewek sedang memerhatikan apa yang sedang ku lakukan. Dia melihatku dengan tampang yang sulit aku artikan.
Aku yang masih emosi setelah membaca berita kekalahan tim kesayanganku memandangnya dengan sengit “Apa liat-liat ? gak pernah liat orang ?” Dia semakin mengerutkan keningnya, mungkin dia berpikir orang macam apa ini, sudah marah-marah sendiri, malah ikut marahin orang.
“He ? dasar aneh, siapa juga yang liat-liat ?” Ujarmu sambil berkacak pinggang seakan-akan menentangku.
Aku takkan melupakan pertemuan dan perkenalan kita. Hari itu aku juga tau nama kamu, sekolahmu, dan ternyata kita teman sekolah, sama-sama siswa baru. Aku juga tahu alasan kamu melihatku tadi, karena kamu juga fans berat arsenal dan tak rela tabloid berisi berita arsenal aku injak-injak. Meskipun perkenalan awal kita terkesan kurang baik, tapi aku tak menyangka akan banyak kisah yang bergulir diantara kita, akan banyak waktu yang terlewatkan bersama dan terbingkai dalam satu kenangan.
“Sivia……”
“Aku rindu kamu” Helaan nafasku sungguh berat, seperti ada yang luruh disini, di hati ini.
Sejak pertemuan pertama, keakraban semakin terjalin diantara kita. Banyak waktu yang kita habiskan berdua, hanya berdua. Dan tak terasa sudah 6 bulan sejak perkenalan kita, dan entah mengapa ada getar-getar halus yang ku rasakan disini, aku pun tak mengerti. Semakin hari semakin menjadi-jadi, dan sungguh aku tak sanggup menahannya lagi. Aku tak sanggup menyimpannya untukku sendiri. Aku pun berani mengungkapkannya padamu, di suatu sore ditengah hujan.
“Via, hmm….kamu mau gak jadi pelengkap hidup aku ?” tanyaku tiba-tiba, ditemani rinai hujan yang turun, aku menanti jawabanmu, kamu menatapku bingung, tatapan matamu yang tak bisa ku mengerti, kamu palingkan wajahmu menatap rintik-rintik hujan yang turun, menarik nafas dalam-dalam, dan menatapku sambil tersenyum, disertai dengan anggukan.
 Dan yang tak pernah kusangka bahwa kau juga menyimpan rasa itu, menyimpan rasa yang sama denganku. Dan akhirnya kisah kita dimulai.
Jika waktu bisa diputar kembali, aku akan berlari secepat mungkin untuk kembali ke masa itu, kembali merajut kisah kita, dan tak kan aku lepaskan dirimu.  Aku mengutuk kebodohanku yang dengan mudahnya melepaskanmu..ahh..
Dan sampailah aku dihalaman terakhir, halaman terakhir dari buku ini dan juga kisah kita.  Aku tak pernah membaca halaman terakhir ini, saat itu buku “ cerita kita” berada di kamu, dan kamu mengembalikannya saat kisah kita telah  selesai, dan aku tak pernah berniat membukanya karena rasa sakit yang ku rasakan.
Aku bisa membaca tulisanmu yang kecil-kecil dan miring, dan bertinta warna merah, warna kesukaanku.
Kamu tau iel ? Aku sedih harus mengakhiri kisah ini
Jikalau bisa, aku tak ingin
Tapi sepertinya ego ku  tlah mengalahkan semuanya
Egoku tlah meluluhlantakkan jalan yang telah kita titih berdua
Ya egoku…Seandainya aku bisa berharap agar waktu bisa berhenti
Agar kamu tetap bisa berada disisiku dan tak pergi kemana-mana, hanya disisiku..
Aku tau terlalu egois karena meminta itu
aku sadar satu hal, melepaskanmu memang hal yang paling sulit
membiarkanmu beranjak dari sisiku adalah hal yang tak pernah aku harapkan dan aku inginkan. Tapi jika melepasmu dan membiarkanmu pergi akan membuatmu bahagia
Tak apa bagiku..Aku akan mendukungmu, aku akan sangat bahagia jika kau bisa meraih mimpimu, dan aku takkan menghalangimu dengan keegoisanku yang selalu mengharapkan kehadiranmu disetiap waktuku. Aku pernah mendengar bahwa cinta tak harus memiliki, sebuat kalimat yang sedikit berlebihan tapi aku percaya akan hal itu, aku percaya mencintaimu berarti tak harus memilikimu juga. Aku percaya, Tuhan telah memberikan yang terbaik buat kita, buat aku dan kamu
Terima kasih Gabriel atas waktu mu selama ini, 3 tahun waktu yang kita habiskan bersama, terima kasih atas jemarimu yang senantiasa menuntuntuku, terima kasih atas pinjaman pundakmu sebagai tempatku merebahkan segala rasa lelahku, terima kasih atas cinta yang kau berikan, maafkan aku yang mungkin tak pernah memberikan apa yang kamu inginkan, maafkan aku yang tak sempurna ini. Jika suatu saat nanti kita bertemu aku berharap aku akan bisa menatapmu lagi, bukan sebagai kekasih. Tapi sebagai teman, ya teman. Aku harap begitu, semoga apa yang kamu cita-citakan bisa tercapai. Amien.
With Love,
Sivia Azisah
Aku tertunduk lemas, aku menyesali keegoisanku yang tetap ingin meninggalkanmu, dan memilih untuk mengejar cita-citaku, aku menyesal tak pernah memintamu untuk tetap bertahan disisku, aku menyesal membiarkanmu melepaskanku. Aku ingin kembali..Ah..tak ada gunanya penyesalan, aku tau itu, hal itu takkan membuatmu kembali padaku, padaku. Aku hanya berharapa saat ini Tuhan mendengarkan doaku, mendengarkan pintaku.Aku hanya ingin melihatmu- Sivia-, walaupun hanya sekali saja, tak apa.. itu sudah cukup bagiku, aku mohon Tuhan pertemukanlah aku dengan dia, aku hanya ingin menuntaskan rasa ini, aku mohon Tuhan. Kabulkanlah doaku.
Ku masih berharap
Kau kembali….
Di pelukku…



Minggu, 04 Desember 2011

The Man Who Can't Be Moved

Saya sedang terkena demam lagu-lagu The Script, Band beraliran pop rock alternative  yang berasal dari  Irlandia. Musik yang ditawarkan oleh Danny O'Donoghue, Mark Sheehan, Glen Power sangat easy listening dan lirik yang dalam dan mudah untuk diingat.
Lagu The Script yang membuat saya tiba-tiba jatuh bangun, yaitu The Man Who Can’t be Moved. Lagu ini sangat easy listening, dan artinya sungguh sangat dalam dan menyentuh. Lagu ini kurang lebih bercerita tentang seseorang pria yang tidak bisa berpindah ke lain hati. Tentang seorang pria yang masih dan akan terus menunggu kekasihnya. Intinya lagu ini bercerita tentang kesetiaan seorang Pria. Sungguh lagu yang sangat menyentuh. 

Going Back to the corner where I first saw you
Gonna camp in my sleeping bag I'm not gonna move
Got some words on cardboard, got your picture in my hand
Saying, "If you see this girl can you tell her where I am? "

Some try to hand me money, they don't understand
I'm not broke I'm just a broken hearted man
I know it makes no sense but what else can I do
How can I move on when I'm still in love with you

'Cause if one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinkin’ maybe you'll come back here to the place that we'd meet
And you'll see me waiting for you on the corner of the street
So I'm not moving, I'm not moving


Policeman says, "Son you can't stay here"
I said, "There's someone I'm waiting for if it's a day, a month, a year"
Gotta stand my ground even if it rains or snows
If she changes her mind this is the first place she will go


'Cause If one day you wake up and find that you're missing me
And your heart starts to wonder where on this earth I could be
Thinking maybe you'll come back here to the place that we'd meet
And you'll see me waiting for you on our corner of the street
So I'm not moving, I'm not moving,
I'm not moving, I'm not moving

People talk about the guy that's waiting on a girl
There are no holes in his shoes but a big hole in his world

Maybe I'll get famous as the man who can't be moved
Maybe you won't mean to but you'll see me on the news
And you'll come running to the corner
'Cause you'll know it's just for you

I'm the man who can't be moved

Sabtu, 03 Desember 2011

Hukum Agraria


Periodesasi Perkembangan Hukum Agraria

1.     1.  Sebelum Berlakunya UUPA
Sebelum berlakunya UUPA No.  Tahun 1960 berlaku bersamaan dua perangkat hukum tanah di Indonesia (dualisme). Satu bersumber pada hukum adat disebut hukum tanah adat dan yang lain bersumber pada hukum barat disebut hukum tanah Barat. Hukum Tanah adat yaitu hukum yang tidak tertulis dan sejak semula telah berlaku di kalangan masyarakat Asli Indonesia sebelum datangnya Penjajah-penjajah, sedangkan Hukum Tanah Barat berkembang bersamaan dengan datangnya Belanda di Bumi Indonesia dan membawa perangkat hukum Belanda tentang tanah yang mula-mula masih berdasarkan hukum Belanda Kuno yang didasarkan pada kebiasaan yang tidak tertulis.  Jadi, bagi penduduk pribumi berlaku hukum adat, sedangkan bagi golongan lainnya berlaku hukum Barat, karena pada masa penjajahan, sistem hukum pertanahan yang dijalankan pemerintah menganut dan berorientasi pada sistem hukum Belanda dan Eropa. Akan tetapi, pada kenyataan kepentingan golongan Bumi Putera selalu dalam posisi yang lemah bahkan tidak menjamin adanya kepastian hukum bagi hak-hak rakyat atas tanah dan mengabaikan keberadaan hukum (masyarakat) adat termasuk hak kepemilikan tanah adat (ulayat). Pada zaman penjajahan selain berlakunya ketentuan pokok mengenai tanah yaitu hukum tanah adat dan hukum tanah barat, berlaku pula ketentuan pelengkap, yaitu hukum tanah antar golongan, hukum tanah administrasi, dan hukum tanah swapraja.
a.       Hukum golongan
Kaedah-kaedah dari hukum tanah antar golongan ini diciptakan dengan maksud untuk menyelesaikan hubungan antar golongan yang menyangkut masalah tanah sesuai dengan pembagian golongan penduduk Indonesia yang tunduk pada hukum yang berbeda.
b.      Hukum Administrasi
Sebelum berlakunya UUPA, yang berlaku adalah Hukum Tanah Administrasi ciptaan Belanda, yaitu Argarische Wet 1870, sebelumnya berlaku Cultur Stelsel yang juga merupakan politik pertahanan yang dilancarkan Belanda, yang memaksa rakyat Indonesia menanam tanaman yang laku di pasaran Eropa untuk dijual.

c.       Hukum Swapraja
Hukum Swapraja tidak hanya diciptakan oleh pemerintah Swapraja saja tapi juga oleh Pemerintah Kolonial Belanda.
           
            Agrarische Wet yang berlaku saat itu yang merupakan dasar Hukum Tanah di Indonesia tetu saja memberikan dampak yang buruk pada masyarakat pribumi karena pasal-pasal yang terapat di AW (Agrarische Wet) terlalu memihak kaum kolonial Belanda dan tidak melindungi kepentingan pribumi. Jadi dapat disimpulkan, Pasal-pasal dalam AW dimaksudkan untuk dasar berkembangnya perkebunan besar di Hindia Belanda, dan dalam praktek pelaksanaan AW kepentingan pengusaha terutama pengusaha asing lebih di dahulukan daripada kepentingan rakyat pribumi. Dapat disimpulkan bahwa pemerintah Belanda memonopoli hukum tanah yang ada di Indonesia dengan memberlakukan AW tanpa memperhatikan keberadaan Hukum Adat yang sudah ada sejak dulu dan merupakan hukum asli Indonesia. Sehingga masyarakat pribumi menderita kerugian karena tidak bisa memanfaatkan lahan yang ada untuk kepentingannya sendiri tapi lebih kepada kepentingan pemerintan Belanda.

2.    2.   Setelah Berlakunya UUPA
Hukum tanah yang baru atau hukum tanah nasional mulai berlaku sejak 24 september 1960, yaitu sejak diundangkannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor  Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). UUPA mengakhiri berlakunya peraturan-peraturan hukum tanah kolonial sekaligus mengakhiri dualisme atau pluralisme hukum tanah di Indonesia serta menciptakan dasar-dasar bagi pembangunan hukum tanah nasional yang tunggal, berdasarkan hukum adat yang merupakan hukum nasioanl Indonesia yang asli.
            Namun, dalam kenyataannya Keberadaan aturan-aturan yang dikeluarkan pemerintah dan pengimplementasian UUPA  tidak dapat dilaksanakan secara maksimal, pergantian rezim pemerintahan tidak memperlancar program ini bahkan macet dalam pelaksanaannya, sebab prinsip yang digunakan oleh pemerintah yaitu tanah untuk sebesar-besarnya pertumbuhan ekonomi nasional. Aparatur militer juga diposisikan untuk mendukung proses ini dengan dasar asumsi bahwa pembangunan memerlukan stabilitas politik. Di sini konsep tanah berfungsi sosial (pasal 6 UUPA) semakin jauh, fungsi sosial itu dimaknakan dan dijadikan dasar
Fenomena yang terjadi sekarang ini menunjukkan masih terjadinya penumpukan tanah oleh pihak tertentu, padahal pasal 7 UUPA mengatur tentang larangan menguasai tanah melampaui batas tertentu, sebab hal ini merugikan kepentingan umum, karena berhubung dengan terbatasnya persediaan tanah pertanian, khususnya didaerah yang berpenduduk padat. Kelangkaan tanah menyebabkan tanah memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Dan Oleh sebagian kalangan UUPA dipandang tidak mampu untuk mengatasi ketimpangan dalam penguasaan dan pemilikan tanah yang terjadi sekarang. Kebijakan pemerintah yang lebih mengejar pertumbuhan ekonomi telah menempatkan tanah sebagai asset yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga tak heran bila banyak pihak yang bermodal besar memborong tanag-tanah sebagai penanaman modal tabungannya. Penimbunan tanah-tanah demikian tentunya akan mengurangi daya produksi dipedesaan, karena berkurangnya kegiatan menggarap tanah atau tanah digunakan untuk kepentingan lain yang lebih menguntungkan.
            Maka dengan perkembangan masyarakat sekarang ini serta meningkatnya kebutuhan akan tanah, program landreform/UUPA harus dituntaskan pelaksanaannya yang tentu harus didukung oleh kemauan politik pemerintah, maka kebijakan pertanahan perlu untuk diperbaharui sesuai konsep pembaruan agrarian dan paradigma baru yang mendukung ekonomi kerakyatan, demokratis, dan partisipatif.
           


CERPEN

Untitled



Aku termenung menatap langit malam ini. Malam ini langit dipenuhi berjuta-juta bintang yang memancarkan sinarnya, siapa pun yang melihatnya pasti berdecak kagum. Dari tempatku rasanya bintang bisa kuraih.
Ke julurkan tanganku berusaha meraih bintang “Indah..” gumamku pelan.. tiba-tiba aku tersentak menyadari suatu hal bintang itu seperti kamu begitu indah  dan tak mungkin terjangkau untukku. Sekali lagi aku menghela nafas mengingat semuanya, 3 bulan perjalanan kisahku denganmu dan aku baru tahu ternyata ada banyangan  yang mengikuti perjalanan kisah kita. Aku kembali mengingat kejadian sore tadi, dimana aku mengetahui semuanya, mengetahui bayangan yang mengikuti kisah kita, yang menyadarkanku bahwa seharusnya kisah ini memang tak harus dimulai.